Jumat, 24 Agustus 2012

Heinrich Anton de Bary


 
Heinrich Anton de Bary (1831-1888) adalah seorang ahli bedah, sekaligus ahi botani, mikrobiologi, dan mikologi berkebangsaan Jerman. Ia terutama mempelajari sitematika dan fisiologi jamur.

De Bary melakukan penelitian siklus hidup jamur dan dianggap sebagai bapak mikrobiologi modern. Ia membuktikan bahwa jamur patogenik (penyebab penyakit) bukan dihasilkan dari sel dan hasil sekresi tumbuhan yang terserang. Ia juga melakukan serangkaian pengamatan terhadap bermacam-macam jamur penyebab penyakit pada tumbuhan.

Selain itu, de Bary juga mempelajari pembentukan lumut kerak yang merupakan gabungan antara jamur dan alga. Ia juga yang mencetuskan istilah ‘simbiosis’ pertama kalinya. Ia menerbitkan karya pertamanya tentang jamur pada tahun 1861.

Rabu, 22 Agustus 2012

Pasang Merah (Red Tide)


               
                 Pasang merah adalah peristiwa ledakan populasi alga (algal bloom) salah satu spesies dinoflagellata. Organisme ini hadir dalam jumlah besar sehingga menyebabkan air menjadi berwarna merah atau coklat. Spesies yang bertanggung jawab pada pasang merah di Teluk Florida adalah Karenia brevis. Dinoflagellata ini menghasilkan racun yang disebut brevetoksin, yang menyebabkan iritasi pernafasan  pada manusia.
                Penyebab utama pasang merah adalah pencemaran air di daerah pesisir oleh manusia. Biasanya pencemaran menyebabkan pasokan makanan bagi alga berlimpah sehingga populasi alga bertambah dengan cepat. Beberapa peristiwa pasang merah di pantai Pasifik disebabkan oleh el nino serta naiknya suhu air laut.
                Beberapa pasang merah menghasilkan sejumlah besar racun, misalnya saksitoksin dan asam demoat yang merusak system saraf. Pasang merah meningkatkan kematian ikan . jika burung laut memakan ikan yang mati, maka burung tersebut juga akan terpengaruh dan akhirnya mati. Akumulasi racun pada kerang jika dimakan oleh manusia juga mengakibatkan keracunan, bahkan kematian.

William Henry Harvey



               William Henry Harvey (1811-1866) adalah seorang ahli botani dari Irlandia. Ia aktif mempelajari alga dan lumut. Kumpulan herbarium alganya yang terkenal disimpan di Trinity College di Dublin, Irlandia. Karya-karyanya yang telah diterbitkan diantaranya ‘A Manual of the British Algae’ (1841), ‘Phycologia Britannica’ (4 volume, 1846-1851), dan ‘Phycologia Australica’.
                Ia menjadi curator di Trinity College Herbarium (TCD) serta menjadi guru besar botani di Royal Dublin Society. Bukunya yang berjudul ‘Phycologia Britannica’ diterbitkan tahun 1846-1851. Reputasinya meningkat setelah ia menerbitkan bukunya ‘Nereis Australis or Algae of the Southern Ocean’ tahun 1847-1849. Bukunya yang berjudul ‘His Phycologia Australica’ adalah salah satu buku terpenting dalam ilmu fikologi pada abad ke-19.

Spirulina


Spirulina adalah nama umum untuk suplemen makanan yang dihasilkan dari Arthrospira platensis dan Arthrospira maxima. Meskipun kedua spesies itu tidak termasuk ke dalam genus Spirulina lagi nama ‘Spirulina’ masih digunakan sebagai nama populernya. Penelitian menunjukkan bahwa kandungan Spirulina mampu menghambat penggandaan human immunodeficiency virus (HIV) penyebab penyakit AIDS di dalam tubuh manusia..

Louis Pasteur


 
Louis Pasteur (1822-1895) adalah ahli biologi dan kimia dari Prancis. Ia menjadi terkenal setelah memperkenalkan metode untuk mencegah susu dan anggur menjadi asam. Metode ini kemudian disebut pasteurisasi. Ia dianggap sebagai pendiri ilmu mikrobiologi. Pasteur meneliti teori tentang kuman penyebab penyakit serta menemukan penjelasan tentang penyebab penyakit. Ia juga salah satu tokoh yang tidak menyetujui teori generatio spontanea.
       Ia adalah orang pertama yang menemukan vaksin rabie dan menjadi salah satu tokoh utama dalam bakteriologi. Selain itu, ia juga membuat penemuan-penemuan penting dalam bidang kimia. Salah satunya adalah menemukan keasimetrisan pada Kristal.

Yersinia Pestis


 
Yersinia pestis diduga sebagai penyebab wabah black death yang terjadi pada abad ke-14. Pada tahun 1347-1351, wabah tersebut membunuh 75 juta orang di seluruh dunia, termasuk sepertiga penduduk Eropa pada saat itu. Ada dua bentuk wabah yang disebabkan oleh penyakit ini, tipe bubonic dan pneumonic.
Pada tipe bubonic, bakteri menyebabkan pembengkakan di bagian ketiak, leher, dan selangkangan. Pembengkakan tersebut akan pecah dan mengeluarkan darah dan nanah. Pembuluh darah yang bocor menyebabkan darah mengalir di bawah kulit sehingga kulit terlihat menghitam. Oleh sebab itulah penyakit ini disebut black death (kematian hitam). Setidaknya separuh dari jumlah korban meninggal dalam waktu seminggu. Pada tipe pneumonic, penderita akan terus berkeringat dan batuk darah hingga darah memenuhi paru-paru mereka. Hamper tidak ada korban selamat dalam wabah itu.

Robert Koch


Robert Koch (1843-1910) adalah seorang ilmuwan dari Jerman yang merupakan pendiri ilmu bakteriologi kedokteran modern. Ia berhasil mengisolasi beberapa bakteri penyebab penyakit, termasuk TBC, serta menemukan beberapa hewan pembawa penyakit berbahaya.
Ia menjadi terkenal setelah menemukan bakteri antraks (Bacillus anthracis) pada tahun 1870an. Ia memperoleh penghargaan Nobel dalam bidak Fisiologi atau Kedokteran untuk penemuan bakteri TBC pada tahun 1905.
Namanya diabadikan sebagai nama penghargaan bidang mikrobiologi untuk ilmuwan yang menghasilkan penemuan yang member kontribusi pada kesehatan global, The Robert Koch Medal and Award.